Kamis, 29 Januari 2015
Debian 8 : Jessie/Testing
Distro Linux Debian merupakan sistem operasi yang sangat andal. Debian merupakan distro linux yang paling banyak dibuat turunannya, bukan hanya sebagai "anak" seperti Ubuntu, tetapi bahkan "cucu-cucu" seperti Blankon Linux, Linux Mint Standard dan lain-lain.
Seminggu ini merupakan hari-hari yang menyenangkan bagi saya, dapat menyisakan waktu untuk kembali mengutak-atik linux. Selama kira-kira 1-2 tahun ini saya sangat puas dengan desain dan kestabilan Linux Mint standard (Mate), kemudian belakangan saya unakan Linux Mint Debian Edition (LMDE). Hingga minggu yang lalu.
LMDE
Saat itu saya hendak mengupgrade LMDE saya yang saya port ke debian repository. Nampaknya pada LMDE masih menempel sejumlah konfigurasi baku Linux Mint. Nampaknya ini merupakan penyebabnya. Saya tahu persis, di awal 2000-an saya mengupgrade kemudian mendowngrade versi debian linux dengan mulus. Tanpa masalah sama sekali.
Namun kali ini, saya menjadi gagal booting dengan LMDE saya dari berbagai versi setelah diupgrade. Saya investigasi singkat. Nampaknya saat yang tepat untuk menggunakan Debian kembali. Selama 1-2 tahun ini saya tidak begitu berminat pada desktop yang terlalu banyak dekorasi dan kosmetiknya. Saya gunakan Fluxbox desktop environment. Warana latar hitam polos begitu saja. Saya gunakan wbar, tempat menempel ikon-ikon aplikasi yang paling sering saya gunakan.
Orang memasangan amat banyak aplikasi, karena tertarik, karena ingin mencoba, begitu saja. Setelah itu tidak diguakan atau sangat jarang digunakan lagi. Yang saya pergunakan sesungguhnya hanya maksimal sepuluh saja, mungkin rata-rata 4-7 aplikasi sehari. Wbar saya penuhi kira-kira 10 aplikasi. Dan ini lebih dari cukup. Amat jarang saya buka menu bar. Aplikasi-aplikasi yang tidak pernah atau amat jarang digunakan hanya membebani komputer saja. Padahal, aplikasi ni bisa dicopot kembali, dan lain waktu masih bisa dipasang kembali dengan mudah. Terlebih internet sekarang tersedia dengan mudah.
Pelajaran dari sini adalah:
"Sesungguhnya yang merepotkan kita adalah keinginan. Sering keiningan ini berlebihan, jauh melebihi yang kita butuhkan".
Debian Linux
Distro ini sangat stabil. Bahkan versi testing-nyapun sangat stabil. Ini yang menyebabkan distro turunannya banyak mengunakan vrsi testing. Kedua, Debian versi 8 ini, Jessie/ Testing, tersedia dengan beberapa desktop environment. Saya memilih gnome. Zhain berbaik hati mengunduh dan membuat bootable flashdisk.
Dan ...
Debian memang stabil. Dengan gnome3, yang mengunakan gnome shell (lihat gambar di atas), saya amat merasa bahagia hari-hari ini. Sehinga cukup rajin menuliskan cerita-cerita kecil di sini.
Terima kasih banyak Debian Linux....
Terima kasih banyak.. http://www.gnome.org/ dan http://www.debian.org/.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar