Hari-hari ini saya dipenuhi kesukacitaan. Saya pindah ke distro linux yang telah banyak menginspirasi saya, pada awal tahun 2000-an, di Berlin.
Distro ini namanya Debian. Selama ini saya sangat puas dengan Linux Mint Debian Edition (LMDE). Selama ini saya selalu menggunakan branch Jessie (versi testing). Setelah ada problem upgrade, saya berpindah ke Debian murni.
Saya harus memindahkan berkas-berkas konfigurasi mail client kesukaan saya, Evolution.
Berikut ini caranya:
1. Dengan akses "root" copy direktori ini /media/Mint/home/setyo/.config/evolution ke /home/setyo/.config/evolution/. Direktori berisi nama-nama akun, buku alamat dan lain-lain.
2. Buat symlink dari /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution ke /home/setyo/.local/share/ dengan komando:
ln -s /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution /home/setyo/.local/share/
Direktori /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution ini adalah tempat menyimpan semua data, mails dan lampirannya.
3. Untuk diketahui pada distro debian, di dalam direktori ini tidakpenting, bisa kosong atau isinya (berupa subdirektori evolution) tetapi tidak dibaca:
- /home/setyo/.gnome2_private/evolution
- /home/setyo/.gconf/apps/evolution/
- /home/setyo/.config/evolution
Hasilnya, saya langsung bisa mengunakan kembali Evolution mail client.
Saya harus mengisi password untuk akun-akun email saya, dulu. Semua setting eksak sama seperti sebelumnya.
---
Setelah semalam saya matikan komputer saya, ternyata pagi ini evolution di komputer saya nggak jalan.
Saya copy /media/Mint/home/setyo/.config/evolution
ke:
- /home/setyo/.gconf/apps/evolution
- /home/setyo/.cache/evolution
Dan sekarang sudah berjalan dengan baik. Keindahan linux, yang memberi kebebasan maksimal dalam menata adalah luar biasa. Ketidakseragaman lokasi berkas-berkas config pada berbagai distro sedikit menambah ribet.
Kesimpulan: Linux memang hebat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar