Nasi goreng ini disajikan istri saya pada tanggal 4 Februari 2005, di rumah sewaan kami di Peter-Vischer-Strasse 42, Berlin. Saat itu menjelang akhir musim dingin.
Nasi goreng ini dibuat agak pedas yang berasal dari cabe kecil yang diuleg bersama tomat menjadi sambal. Warna kemerahan berasal dari sambal ini. Kemudian bumbu ini digoreng dengan margarine bersama nasi dan bumbu-bumbu sederhana, garam dan merica. Tambahan udang dan sedikit kentang yang digoreng tipis-tipis serta kemangi melengkapi sajian ini.
Jumat, 30 Januari 2015
WireframeSketcher untuk Debian
Pemasangan aplikasi ini, seperti juga pada Skype, akan lebih mudah jika kita mengunduh source code kemudian mengekstrak di folder /opt/WireframeSketcher. Aplikasi ini tidak memerlukan pustaka tambahan. Jadi anda tingal membuat symlik dengan /usr/bin, sebagai superuser. Program bisa langsung dipakai.
WireframeSketcher merupakan aplikasi yang sangat bagus untuk mendesain software, merancang mockup sebelum dibawa ke proses coding.
Unduh program dari: http://wireframesketcher.com/download.html.
WireframeSketcher merupakan aplikasi yang sangat bagus untuk mendesain software, merancang mockup sebelum dibawa ke proses coding.
Unduh program dari: http://wireframesketcher.com/download.html.
Skype untuk Debian 8 (Jessie/Testing)
Tutorial Skype untuk Debian ini disesuaikan dari tutorial sebelumya untuk LMDE.
Pemasangan Skype pada Linux Mint Debian Edition yang diunduh melalui
http://www.skype.com/, dengan
memilih versi dynamic version, yaitu skype-4.3.0.37.tar.bz2.
File ini diekstrak pada partisi atau folder manapun. Pada Debian, tidak ada direktori /opt. Kelaziman untuk memeasang program-program yang dikembangkan di luar (termasuk di luar open source) dipasang di sini.
Oleh sebab itu, file di atas saya ekstrak di bawah /opt. Pada Debian baku, saat memberi perintah ./skype akan dibutuhkan pustaka libQtWebKit.so.4 di terminal. Pasang pustaka ini dulu: libqtwebkit4. Setelah itu masuk
ke dalam folder yang bersangkutan, nyalakan dengan perintah"./skype".
Untuk membuat baku, folder ekstrak ini saya pindah atau salin ke /opt. Setelah itu saya buat symlink ke /usr/bin, sebagai superuser:
"ln -s /opt/skype-4.3.0.37/skype /usr/bin/skype".
Sehingga saya bisa jalankan dengan mudah dengan mengetik 'skype' begitu saja.
Unduh program dari http://wireframesketcher.com/download.html.
Kamis, 29 Januari 2015
Debian 8 : Jessie/Testing
Distro Linux Debian merupakan sistem operasi yang sangat andal. Debian merupakan distro linux yang paling banyak dibuat turunannya, bukan hanya sebagai "anak" seperti Ubuntu, tetapi bahkan "cucu-cucu" seperti Blankon Linux, Linux Mint Standard dan lain-lain.
Seminggu ini merupakan hari-hari yang menyenangkan bagi saya, dapat menyisakan waktu untuk kembali mengutak-atik linux. Selama kira-kira 1-2 tahun ini saya sangat puas dengan desain dan kestabilan Linux Mint standard (Mate), kemudian belakangan saya unakan Linux Mint Debian Edition (LMDE). Hingga minggu yang lalu.
LMDE
Saat itu saya hendak mengupgrade LMDE saya yang saya port ke debian repository. Nampaknya pada LMDE masih menempel sejumlah konfigurasi baku Linux Mint. Nampaknya ini merupakan penyebabnya. Saya tahu persis, di awal 2000-an saya mengupgrade kemudian mendowngrade versi debian linux dengan mulus. Tanpa masalah sama sekali.
Namun kali ini, saya menjadi gagal booting dengan LMDE saya dari berbagai versi setelah diupgrade. Saya investigasi singkat. Nampaknya saat yang tepat untuk menggunakan Debian kembali. Selama 1-2 tahun ini saya tidak begitu berminat pada desktop yang terlalu banyak dekorasi dan kosmetiknya. Saya gunakan Fluxbox desktop environment. Warana latar hitam polos begitu saja. Saya gunakan wbar, tempat menempel ikon-ikon aplikasi yang paling sering saya gunakan.
Orang memasangan amat banyak aplikasi, karena tertarik, karena ingin mencoba, begitu saja. Setelah itu tidak diguakan atau sangat jarang digunakan lagi. Yang saya pergunakan sesungguhnya hanya maksimal sepuluh saja, mungkin rata-rata 4-7 aplikasi sehari. Wbar saya penuhi kira-kira 10 aplikasi. Dan ini lebih dari cukup. Amat jarang saya buka menu bar. Aplikasi-aplikasi yang tidak pernah atau amat jarang digunakan hanya membebani komputer saja. Padahal, aplikasi ni bisa dicopot kembali, dan lain waktu masih bisa dipasang kembali dengan mudah. Terlebih internet sekarang tersedia dengan mudah.
Pelajaran dari sini adalah:
"Sesungguhnya yang merepotkan kita adalah keinginan. Sering keiningan ini berlebihan, jauh melebihi yang kita butuhkan".
Debian Linux
Distro ini sangat stabil. Bahkan versi testing-nyapun sangat stabil. Ini yang menyebabkan distro turunannya banyak mengunakan vrsi testing. Kedua, Debian versi 8 ini, Jessie/ Testing, tersedia dengan beberapa desktop environment. Saya memilih gnome. Zhain berbaik hati mengunduh dan membuat bootable flashdisk.
Dan ...
Debian memang stabil. Dengan gnome3, yang mengunakan gnome shell (lihat gambar di atas), saya amat merasa bahagia hari-hari ini. Sehinga cukup rajin menuliskan cerita-cerita kecil di sini.
Terima kasih banyak Debian Linux....
Terima kasih banyak.. http://www.gnome.org/ dan http://www.debian.org/.
Rabu, 28 Januari 2015
Startup app di Gnome 3 Debian
Jika belum ada direktori ini, buatlah: /home/setyo/.config/autostart.
Buat file dengan nama guake.desktop, dengan isi:
[Desktop Entry]
Type=Application
Exec=/usr/bin/guake
Hidden=false
X-GNOME-Autostart-enabled=true
Name[en_US]=guake
Name=guake
Comment[en_US]=x-terminal cepat
Comment=x-terminal cepat
Setelah login, program guake akan dinyalakan otomatis. Saya memerlukan ini, karena guake adalah terminal yang sangat praktis dan cepat.
Buat file dengan nama guake.desktop, dengan isi:
[Desktop Entry]
Type=Application
Exec=/usr/bin/guake
Hidden=false
X-GNOME-Autostart-enabled=true
Name[en_US]=guake
Name=guake
Comment[en_US]=x-terminal cepat
Comment=x-terminal cepat
Setelah login, program guake akan dinyalakan otomatis. Saya memerlukan ini, karena guake adalah terminal yang sangat praktis dan cepat.
Config File Evolution Mailclient pada Debian
Hari-hari ini saya dipenuhi kesukacitaan. Saya pindah ke distro linux yang telah banyak menginspirasi saya, pada awal tahun 2000-an, di Berlin.
Distro ini namanya Debian. Selama ini saya sangat puas dengan Linux Mint Debian Edition (LMDE). Selama ini saya selalu menggunakan branch Jessie (versi testing). Setelah ada problem upgrade, saya berpindah ke Debian murni.
Saya harus memindahkan berkas-berkas konfigurasi mail client kesukaan saya, Evolution.
Berikut ini caranya:
1. Dengan akses "root" copy direktori ini /media/Mint/home/setyo/.config/evolution ke /home/setyo/.config/evolution/. Direktori berisi nama-nama akun, buku alamat dan lain-lain.
2. Buat symlink dari /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution ke /home/setyo/.local/share/ dengan komando:
ln -s /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution /home/setyo/.local/share/
Direktori /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution ini adalah tempat menyimpan semua data, mails dan lampirannya.
3. Untuk diketahui pada distro debian, di dalam direktori ini tidakpenting, bisa kosong atau isinya (berupa subdirektori evolution) tetapi tidak dibaca:
- /home/setyo/.gnome2_private/evolution
- /home/setyo/.gconf/apps/evolution/
- /home/setyo/.config/evolution
Hasilnya, saya langsung bisa mengunakan kembali Evolution mail client.
Saya harus mengisi password untuk akun-akun email saya, dulu. Semua setting eksak sama seperti sebelumnya.
---
Setelah semalam saya matikan komputer saya, ternyata pagi ini evolution di komputer saya nggak jalan.
Saya copy /media/Mint/home/setyo/.config/evolution
ke:
- /home/setyo/.gconf/apps/evolution
- /home/setyo/.cache/evolution
Dan sekarang sudah berjalan dengan baik. Keindahan linux, yang memberi kebebasan maksimal dalam menata adalah luar biasa. Ketidakseragaman lokasi berkas-berkas config pada berbagai distro sedikit menambah ribet.
Kesimpulan: Linux memang hebat.
Distro ini namanya Debian. Selama ini saya sangat puas dengan Linux Mint Debian Edition (LMDE). Selama ini saya selalu menggunakan branch Jessie (versi testing). Setelah ada problem upgrade, saya berpindah ke Debian murni.
Saya harus memindahkan berkas-berkas konfigurasi mail client kesukaan saya, Evolution.
Berikut ini caranya:
1. Dengan akses "root" copy direktori ini /media/Mint/home/setyo/.config/evolution ke /home/setyo/.config/evolution/. Direktori berisi nama-nama akun, buku alamat dan lain-lain.
2. Buat symlink dari /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution ke /home/setyo/.local/share/ dengan komando:
ln -s /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution /home/setyo/.local/share/
Direktori /media/Data1/MAIL-CLIENT/evolution ini adalah tempat menyimpan semua data, mails dan lampirannya.
3. Untuk diketahui pada distro debian, di dalam direktori ini tidakpenting, bisa kosong atau isinya (berupa subdirektori evolution) tetapi tidak dibaca:
- /home/setyo/.gnome2_private/evolution
- /home/setyo/.gconf/apps/evolution/
- /home/setyo/.config/evolution
Hasilnya, saya langsung bisa mengunakan kembali Evolution mail client.
Saya harus mengisi password untuk akun-akun email saya, dulu. Semua setting eksak sama seperti sebelumnya.
---
Setelah semalam saya matikan komputer saya, ternyata pagi ini evolution di komputer saya nggak jalan.
Saya copy /media/Mint/home/setyo/.config/evolution
ke:
- /home/setyo/.gconf/apps/evolution
- /home/setyo/.cache/evolution
Dan sekarang sudah berjalan dengan baik. Keindahan linux, yang memberi kebebasan maksimal dalam menata adalah luar biasa. Ketidakseragaman lokasi berkas-berkas config pada berbagai distro sedikit menambah ribet.
Kesimpulan: Linux memang hebat.
Selasa, 13 Januari 2015
Open Data & Open Gov't
Gerakan masyarakat mendorong Open Data dan Open Government mulai terasa manfaatnya. Mulai dari upaya mengawal perhitungan suara pada Pemilu 2014 yang lalu, berbagai macam petisi.
Website https://www.change.org/ diberitakan Kompas hari ini memberikan semangat. Teknologi Informasi mampu memberi dampak dahsyat.
Saya yakin bahwa wilayah pulau terpencil dapat memperoleh manfaat dari pemanfaatan teknologi informasi. Terobosan cara pandang perlu dilakukan. TIK ibaratnya transportasi. Pada area komersial perdagangan mendorong industri transportasi. Pada area yang lemah, perlu diadakan transportasi dahulu untuk memajukan ekonomi dan tingkat kehidupan masyarakat.
Hipotesa saya: TIK diberi peran untuk mendorong transportasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan kelancaran pemerintahan. Dengan bergeraknya sektor-sektor tersebut, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang memadai akan dapat diperoleh. Biaya TIK ini lebih murah dari pada biaya untuk mengoperasikan kapal tambahan, memberi insentif tambahan kepada guru, tenaga kesehatan, personel militer, polisi dan pemerintahan.
Proposal riset tentang ini untuk Pulau Maratua sudah kami buat. Semoga dalam waktu dekat tahun 2015 ini, menyusul rampungnya reorganisasi Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi.
Direkomendasikan sebagai ilustrasi:
https://www.change.org/p/kita-berhasil-akhirnya-pak-jokowi-do2-blusukanasap-ke-riau-bravonur
https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=vxVc6gdeqQo
Website https://www.change.org/ diberitakan Kompas hari ini memberikan semangat. Teknologi Informasi mampu memberi dampak dahsyat.
Saya yakin bahwa wilayah pulau terpencil dapat memperoleh manfaat dari pemanfaatan teknologi informasi. Terobosan cara pandang perlu dilakukan. TIK ibaratnya transportasi. Pada area komersial perdagangan mendorong industri transportasi. Pada area yang lemah, perlu diadakan transportasi dahulu untuk memajukan ekonomi dan tingkat kehidupan masyarakat.
Hipotesa saya: TIK diberi peran untuk mendorong transportasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan kelancaran pemerintahan. Dengan bergeraknya sektor-sektor tersebut, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang memadai akan dapat diperoleh. Biaya TIK ini lebih murah dari pada biaya untuk mengoperasikan kapal tambahan, memberi insentif tambahan kepada guru, tenaga kesehatan, personel militer, polisi dan pemerintahan.
Proposal riset tentang ini untuk Pulau Maratua sudah kami buat. Semoga dalam waktu dekat tahun 2015 ini, menyusul rampungnya reorganisasi Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi.
Direkomendasikan sebagai ilustrasi:
https://www.change.org/p/kita-berhasil-akhirnya-pak-jokowi-do2-blusukanasap-ke-riau-bravonur
https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=vxVc6gdeqQo
Jumat, 09 Januari 2015
Bootloader Grub2 LMDE
Bootloader memberi kemerdekaan yang indah. Kita bebas memilih mau menggunakan sistem operasi apa: Windows, Linux Mint, Ubuntu, atau Debian. Berikut ini setting bootloader pada Linux Mint Debian Edition (LMDE) saya.
Edit ini sebagai superuser:
nano /boot/grub/grub.cfg
Dengan isi antara lain sebagai berikut:
### ini untuk menentukan lama waktu tunggu untuk pengguna komputer sebelum pilihan sistem operasi baku/ default dijalankan secara otomatis
terminal_output gfxterm
if [ "${recordfail}" = 1 ] ; then
set timeout=-1
else
set timeout=10
fi
###...
### Ini setting untuk sistem operasi baku LMDE
### BEGIN /etc/grub.d/10_linux ###
function gfxmode {
set gfxpayload="${1}"
}
set linux_gfx_mode=
export linux_gfx_mode
menuentry 'LinuxMint GNU/Linux, with Linux 3.11-2-amd64' --class linuxmint --class gnu-linux --class gnu --class os $menuentry_id_option 'gnulinux-3.11-2-amd64-advance$
load_video
insmod gzio
insmod part_msdos
insmod ext2
set root='hd0,msdos3'
if [ x$feature_platform_search_hint = xy ]; then
search --no-floppy --fs-uuid --set=root --hint-bios=hd0,msdos3 --hint-efi=hd0,msdos3 --hint-baremetal=ahci0,msdos3 ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
else
search --no-floppy --fs-uuid --set=root ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
fi
echo 'Loading Linux 3.11-2-amd64 ...'
linux /boot/vmlinuz-3.11-2-amd64 root=UUID=ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022 ro quiet splash
echo 'Loading initial ramdisk ...'
initrd /boot/initrd.img-3.11-2-amd64
}
### Ini untuk LMDE dengan versi kernel lebih tinggi
menuentry 'LinuxMint GNU/Linux' --class linuxmint --class gnu-linux --class gnu --class os $menuentry_id_option 'gnulinux-simple-ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022' {
load_video
insmod gzio
insmod part_msdos
insmod ext2
set root='hd0,msdos3'
if [ x$feature_platform_search_hint = xy ]; then
search --no-floppy --fs-uuid --set=root --hint-bios=hd0,msdos3 --hint-efi=hd0,msdos3 --hint-baremetal=ahci0,msdos3 ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
else
search --no-floppy --fs-uuid --set=root ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
fi
echo 'Loading Linux 3.12-1-amd64 ...'
linux /boot/vmlinuz-3.12-1-amd64 root=UUID=ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022 ro quiet splash
echo 'Loading initial ramdisk ...'
initrd /boot/initrd.img-3.12-1-amd64
}
### Untuk Windows
menuentry 'Windows 8 (loader) (on /dev/sda1)' --class windows --class os $menuentry_id_option 'osprober-chain-2416F75116F7228A' {
insmod part_msdos
insmod ntfs
set root='hd0,msdos1'
if [ x$feature_platform_search_hint = xy ]; then
search --no-floppy --fs-uuid --set=root --hint-bios=hd0,msdos1 --hint-efi=hd0,msdos1 --hint-baremetal=ahci0,msdos1 2416F75116F7228A
else
search --no-floppy --fs-uuid --set=root 2416F75116F7228A
fi
drivemap -s (hd0) ${root}
chainloader +1
}
### END
Setelah edit file di atas, simpan. Boot ulang. Selesai.
Catatan perintah "update-grub" akan membatalkan versi terakhir berkas konfigurasi grub di atas.
Edit ini sebagai superuser:
nano /boot/grub/grub.cfg
Dengan isi antara lain sebagai berikut:
### ini untuk menentukan lama waktu tunggu untuk pengguna komputer sebelum pilihan sistem operasi baku/ default dijalankan secara otomatis
terminal_output gfxterm
if [ "${recordfail}" = 1 ] ; then
set timeout=-1
else
set timeout=10
fi
###...
### Ini setting untuk sistem operasi baku LMDE
### BEGIN /etc/grub.d/10_linux ###
function gfxmode {
set gfxpayload="${1}"
}
set linux_gfx_mode=
export linux_gfx_mode
menuentry 'LinuxMint GNU/Linux, with Linux 3.11-2-amd64' --class linuxmint --class gnu-linux --class gnu --class os $menuentry_id_option 'gnulinux-3.11-2-amd64-advance$
load_video
insmod gzio
insmod part_msdos
insmod ext2
set root='hd0,msdos3'
if [ x$feature_platform_search_hint = xy ]; then
search --no-floppy --fs-uuid --set=root --hint-bios=hd0,msdos3 --hint-efi=hd0,msdos3 --hint-baremetal=ahci0,msdos3 ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
else
search --no-floppy --fs-uuid --set=root ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
fi
echo 'Loading Linux 3.11-2-amd64 ...'
linux /boot/vmlinuz-3.11-2-amd64 root=UUID=ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022 ro quiet splash
echo 'Loading initial ramdisk ...'
initrd /boot/initrd.img-3.11-2-amd64
}
### Ini untuk LMDE dengan versi kernel lebih tinggi
menuentry 'LinuxMint GNU/Linux' --class linuxmint --class gnu-linux --class gnu --class os $menuentry_id_option 'gnulinux-simple-ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022' {
load_video
insmod gzio
insmod part_msdos
insmod ext2
set root='hd0,msdos3'
if [ x$feature_platform_search_hint = xy ]; then
search --no-floppy --fs-uuid --set=root --hint-bios=hd0,msdos3 --hint-efi=hd0,msdos3 --hint-baremetal=ahci0,msdos3 ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
else
search --no-floppy --fs-uuid --set=root ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022
fi
echo 'Loading Linux 3.12-1-amd64 ...'
linux /boot/vmlinuz-3.12-1-amd64 root=UUID=ee0f8337-429a-4461-b3bd-8a66942ca022 ro quiet splash
echo 'Loading initial ramdisk ...'
initrd /boot/initrd.img-3.12-1-amd64
}
### Untuk Windows
menuentry 'Windows 8 (loader) (on /dev/sda1)' --class windows --class os $menuentry_id_option 'osprober-chain-2416F75116F7228A' {
insmod part_msdos
insmod ntfs
set root='hd0,msdos1'
if [ x$feature_platform_search_hint = xy ]; then
search --no-floppy --fs-uuid --set=root --hint-bios=hd0,msdos1 --hint-efi=hd0,msdos1 --hint-baremetal=ahci0,msdos1 2416F75116F7228A
else
search --no-floppy --fs-uuid --set=root 2416F75116F7228A
fi
drivemap -s (hd0) ${root}
chainloader +1
}
### END
Setelah edit file di atas, simpan. Boot ulang. Selesai.
Catatan perintah "update-grub" akan membatalkan versi terakhir berkas konfigurasi grub di atas.
Langganan:
Komentar (Atom)



