Sejumlah kediatan yang dilakukan oleh SIDI (http://sidi-its.info/index.php/id/) dengan sejumlah mitra, antara lain Kementrian Kelautan danPerikanan, Hochschule Wismar (Jerman) dan SAP USA, pada studi tentang Pulau Maratua menghasilkan beberapa kesimpulan, di antaranya:
1. Cruise line biz tidak cocok: rawan thd perusakan lingkungan, dampak ekonomi bagi pulau tsb: sedikit.
2. Marina utk yachts & stasiun riset: promising option
3. Kegiatan militer berpotensi merusak lingkungan. Hankam perlu dg skala kegiatan yg sesuai.
4. Pembatasan alamiah jumlah kunjungan wisata perlu. Melalui kontrol/ Monitoring jumlah homestay dan kunjungan kapal/pswt.
5. Pemberdayaan/ pendidikan SDM: manajemen homestay & kuliner
6. Peningkatan kualitas hidup: transport, pendidikan, kesehatan, energi & air bersih.
7. Teknologi khas utk pulau berpotensi menjadi "produk andalan" RI bagi negara2 kepulauan dunia, misal energi.
2. Marina utk yachts & stasiun riset: promising option
3. Kegiatan militer berpotensi merusak lingkungan. Hankam perlu dg skala kegiatan yg sesuai.
4. Pembatasan alamiah jumlah kunjungan wisata perlu. Melalui kontrol/ Monitoring jumlah homestay dan kunjungan kapal/pswt.
5. Pemberdayaan/ pendidikan SDM: manajemen homestay & kuliner
6. Peningkatan kualitas hidup: transport, pendidikan, kesehatan, energi & air bersih.
7. Teknologi khas utk pulau berpotensi menjadi "produk andalan" RI bagi negara2 kepulauan dunia, misal energi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar