Selasa, 05 Januari 2010

Open Source Setengah Hati

Perguruan Tinggi adalah sebuah kumpulan individu yang diharapkan publik menjadi pendorong kemajuan. Perguruan tinggi bisa sebagai alat kontrol, sebagai kompas dan sebagai inspirator bagi komunitas yang lebih besar. Perguruan tinggi tidak hanya menyuarakan arus besar, namun juga berani menyuarakan sesuatu yang bertentangan arus, jika diyakini benar.

Penggunaan open source berjalan lebih intens dan nyata di industri. Industri melihatnya sebagai sebuah langkah strategis yang berdampak besar dan panjang. Termasuk dalam dunia pelayaran Indonesia. Pertumbuhan IT dewasa ini akan berlanjut terus dengan penggunaan IT yang merebak di berbagai bidang, disebabkan oleh tiga pemicu:
1. IT makin murah. Piranti keras dan piranti lunak untuk kebutuhan massa makin murah. Dengan demikian semakin besar publik dapat menjangkau IT. Dalam batas tertentu, ada kenyataan menarik: aplikasi untuk kebutuhan spesifik semakin mahal dan semakin diperlukan.
2. Kebutuhan industri. Industri memerlukan kecepatan dan ketersediaan data yang andal. Hal ini perlu untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi.
3. Regulasi. Arus perdagangan semakin besar dan terbuka menuntut pemrosesan perpindahan barang, informasi dan transaksi keuangan yang andal sekaligus cepat.

Pelayaran adalah sektor transportasi yang paling konservatif dalam mengadopsi teknologi tinggi. Sejumlah perusahaan pelayaran telah cukup jauh memulai penerapan IT bagi kegiatan pengelolaan keuangan, SDM dan operasionalnya. Dan sebagian telah mengganti sistem operasinya menuju sistem operasi open source, linux. Tidak hanya murah, sistem operasi ini juga lebih andal.

Sementara itu, sebagian besar perguruan tinggi nampak enggan melihat hal ini. Mereka seperti masyarakat awam saja yang harus dituntun, bukan menuntun. Perguruan tinggi dituntun oleh filosofi 'mudahnya saja' meski itu harus dibayar mahal. Mahal dalam satuan uang, maupun mahal dari dampak non-finansialnya.

Open source sering dikumandangkan. Juga oleh perguruan tinggi. Namun selalu dilaksanakan dengan setengah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar