Selasa, 30 Maret 2010

Droopy : Cara Mudah Upload File

Droopy adalah script pyton untuk membuat service pengiriman file secara cepat dan mudah.
cara meng-konfigurasi droopy :
1. download droopy dari : http://stackp.online.fr/wp-content/uploads/droopy
2. ubah hak akses menjadi excecutable (agar file bisa dieksekusi)
sudo chmod u+x droopy

3. Agar file bisa dijalankan secara langsung dari command prompt, copykan file droopy ke directory /bin
sudo cp droopy /bin


4. Buat folder untuk menyimpan file
mkdir ~/uploads

5. untuk menjalankan service droopy ketik perintah :
droopy [-m message] [-p picture] [-d directory] port
*cat : opsi didalam tanda [] bisa disertakan bisa tidak
*cat : contoh
- droopy -m "silahkan upload file anda" -p ~/pictures/logo.jgp -d ~/uploads 8000
- droopy 8000
- droopy -m "silahkan upload" 8000

6. selamat mencoba

Jumat, 19 Februari 2010

Liputan ITS-Online :Seminar LNG- 4 Februari 2010

Dear, Komunitas Linux Nasi Goreng.

Acara Seminar Linux Nasi Goreng yang diadakan pada 4 Februari 2010 mendapat respon yang positif dari tim Liputan ITS-Online.

Semoga Acara Linux Nasi Goreng membawa pesan positif bagi semua pihak.

Sukses Selalu, dan..

Be Linux.

- Berita:

Saatnya Indonesia Mandiri Melalui Linux
04 Februari 2010 19:50:34

Sekitar delapan puluh orang berkumpul di Aula B.G.Munaf Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS pada hari Rabu (4/2) untuk menghadiri seminar bertajuk Linux Nasi Goreng. Acara itu membahas seluk-beluk penggunaan Linux, terutama Mengapa Indonesia harus mulai beralih ke open source seperti halnya Linux.



Aula BG Munaf, ITS Online - Salah satu pembicara seminar tersebut, Prof Agus Rubiyanto, berkata bahwa Indonesia sesungguhnya berpeluang besar untuk menjadi lebih unggul dari negara-negara di Eropa. Dengan syarat, Indonesia harus menjadi negara yang disiplin dan mandiri.

Kemandirian tersebut, menurut guru besar fisika ini dicerminkan dalam penggunaan Linux. "Linux adalah sebuah Operating System (OS) yang open source, artinya program-program yang berjalan pada OS tersebut dapat diutak-atik sendiri oleh penggunanya," tandas Agus. Pengguna Linux dapat mengembangkan sendiri program dan selanjutnya menyebarkannya di internet untuk digunakan oleh pengguna Linux lainnya, tambah Agus.

Oleh sebab itu program pada Linux sangat mudah diatur, lanjut Agus. "Hal ini dapat membantu para pengguna teknologi, bahkan anak kecil sekalipun," tutur dosen Jurusan Fisika ITS ini. Anak kecil dapat belajar lebih cepat lagi dengan menggunakan bahasa mereka sendiri, dan itu didapatkan di Linux, Agus menjelaskan.

Dengan menggunakan Linux, Indonesia tidak hanya menjadi sekedar pengguna teknologi, tapi juga dapat mengembangkan dan berkontribusi terhadap teknologi. "Nilai Indonesia pun tidak berkurang, karena tidak dianggap sebagai negara pembajak," tutur Agus lagi.

Agus mencontohkan Jerman, yang memproklamirkan diri mereka sebagai pemerintahan Linux yang pertama di dunia. Banyak sistem dalam negeri Jerman yang menggunakan Linux. "Linux menjadi kebanggaan orang Bavaria," kata Agus. Mantan Atase Pendidikan dan Budaya di Berlin ini berharap bahwa perubahan menuju penggunaan Linux di Indonesia dapat diawali oleh para mahasiswa ITS, terutama dalam peran mereka sebagai ahli teknologi.

Mengapa dinamai Linux Nasi Goreng? Linux Nasi Goreng sebenarnya adalah sebuah komunitas mahasiswa pengguna Linux dan open source di Fakultas Teknologi Kelautan. "Sebenarnya supaya tidak kelihatan formal. Makanya diberi nama Nasi Goreng," ungkap Dr Ing Setyo Nugroho selaku Koordinator komunitas ini. Setyo ingin mengenalkan Linux dalam wacana yang rileks dan simpel, dan menunjukkan kepada seluruh peminat bahwa Linux bukan sesuatu yang susah untuk dipelajari.

Komunitas ini terbuka bagi siapa saja dan dapat dijumpai di Lab W-403 FTK ITS, juga di weblog mereka, www.linux-nasi-goreng.blogspot.com.(lis/fn)
link: http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6426


Minggu, 24 Januari 2010

PDF edit

Untuk mengedit dokumen pdf, program "pdftk" bisa digunakan. Dengan debian atau turunannya bisa dipasang dengan cara: apt-get install pdftk.

Contoh penggunaan:
1. Menggabungkan dua berkas in1.pdf dan in2.pdf menjadi sebuah berkas out1.pdf:
"pdftk in1.pdf in2.pdf cat output out1.pdf"

2. Memutar seluruh dokumen pdf sebesar 180 derajad;
"pdftk in.pdf cat 1-endS output out.pdf"

Informasi lebih lanjut bisa diketik di terminal dengan "pdftk --help".

Kamis, 21 Januari 2010

Seminar Linux Nasi Goreng


Salam hangat bagi komunitas Linux Nasi Goreng

Komunitas Linux Nasi Goreng akan mengadakan seminar linux.

Adapun materi seminar adalah:

1. Linux dan Riset, dengan pembicara : Prof. Agus Rubiyanto, MIPA Fisika, ITS
2. Demo Virtualisasi, A. Zhainal Abidin, S.Kom
3. Video SixthSense Technology.

bagi yang berminat, terutama bagi pengguna windows, langsung saja datang ke Aula B.G. Munaf, FTK ITS pada tanggal 4 Februari 2010, jam 13.00 WIB.

Sudah saatnya Linux dan Open Source tidak dijalankan setengah hati.


Salam.

Linux.
Enak dipakai dan Perlu.

Rabu, 20 Januari 2010

Mengembalikan Grub 'Boot Loader' yang hilang


Sering kali karena sesuatu hal, Komputer kita (yang telah di-install Linux) tidak dapat masuk kedalam boot loader (grub), akibatnya kita tidak dapat mengakses linux kesukaan kita. Hilangnya grub ini bisa disebakan oleh banyak hal, diantaranya:
1. Menginstall sistem operasi windo**
2. Perubahan struktur partisi hardisk
3. Rusaknya MBR (Master Boot Records) pada hardisk

Bagi kebanyakan user linux, terutama yang masih pemula, cara paling singkat dan mudah adalah dengan menginstall ulang. Cara ini tidak sepenuhnya salah, hanya kurang tepat karena yang rusak (hilang) hanya grub bukan Linux secara keseluruhan.

Bagaimana cara megembalikan grub yang hilang, langkah-langkah sederhana dibawah ini bisa mengatasi.
1. Boot komputer dengan Linux LiveCD, sebagai contoh linux ubuntu, mandriva-one, fedora, maupun yg lain.
2. Setelah masuk ke desktop linux liveCD, buka aplikasi console (terminal) atau dengan menekan kombinasi keyboard Ctrl+Alt+F4
3. Lakukan serangkaian perintah dibawah ini ^^

sudo grub
[ untuk masuk ke command prompt aplikasi GRUB ]
grub>find /boot/grub/stage1
[ untuk mencari dimana lokasi instalasi GRUB sebelumnya ]
[ hasilnya seperti dibawah ini ]

grub>(hd0,5)
[ artinya, instalasi GRUB ada di hardisk ke 1 partisi ke 6 ]
grub>root (hd0,5)
[ meng-inisialisasi root dari GRUB ada di hd0,5 ]
grub>setup (hd0)
[ menginstall GRUB sebagai boot loader pada hardisk 1 ]
grub>quit
[ keluar dari command prompt GRUB ]
4. Setelah itu, restart kembali komputer dan grub sudah muncul kembali.

Demikian tutorial singkat ini, semoga bermanfaat

[catatan]
- yang dijalankan di console hanya yg berwarna merah
- kredit : linuxquestions.org dan help.ubuntu.com

Selasa, 05 Januari 2010

Open Source Setengah Hati

Perguruan Tinggi adalah sebuah kumpulan individu yang diharapkan publik menjadi pendorong kemajuan. Perguruan tinggi bisa sebagai alat kontrol, sebagai kompas dan sebagai inspirator bagi komunitas yang lebih besar. Perguruan tinggi tidak hanya menyuarakan arus besar, namun juga berani menyuarakan sesuatu yang bertentangan arus, jika diyakini benar.

Penggunaan open source berjalan lebih intens dan nyata di industri. Industri melihatnya sebagai sebuah langkah strategis yang berdampak besar dan panjang. Termasuk dalam dunia pelayaran Indonesia. Pertumbuhan IT dewasa ini akan berlanjut terus dengan penggunaan IT yang merebak di berbagai bidang, disebabkan oleh tiga pemicu:
1. IT makin murah. Piranti keras dan piranti lunak untuk kebutuhan massa makin murah. Dengan demikian semakin besar publik dapat menjangkau IT. Dalam batas tertentu, ada kenyataan menarik: aplikasi untuk kebutuhan spesifik semakin mahal dan semakin diperlukan.
2. Kebutuhan industri. Industri memerlukan kecepatan dan ketersediaan data yang andal. Hal ini perlu untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi.
3. Regulasi. Arus perdagangan semakin besar dan terbuka menuntut pemrosesan perpindahan barang, informasi dan transaksi keuangan yang andal sekaligus cepat.

Pelayaran adalah sektor transportasi yang paling konservatif dalam mengadopsi teknologi tinggi. Sejumlah perusahaan pelayaran telah cukup jauh memulai penerapan IT bagi kegiatan pengelolaan keuangan, SDM dan operasionalnya. Dan sebagian telah mengganti sistem operasinya menuju sistem operasi open source, linux. Tidak hanya murah, sistem operasi ini juga lebih andal.

Sementara itu, sebagian besar perguruan tinggi nampak enggan melihat hal ini. Mereka seperti masyarakat awam saja yang harus dituntun, bukan menuntun. Perguruan tinggi dituntun oleh filosofi 'mudahnya saja' meski itu harus dibayar mahal. Mahal dalam satuan uang, maupun mahal dari dampak non-finansialnya.

Open source sering dikumandangkan. Juga oleh perguruan tinggi. Namun selalu dilaksanakan dengan setengah hati.