Artikel Jawapos, 9/11 di atas saya kirimkan ke grup whatsapp dosen-dosen di lingkungan fakultas dan anggota senat akademik ITS. Tidak ada komentar sedikitpun.
Dosen atau peneliti di lembaga-lembaga penelitian mungkin paham dan merasa sekali arti artikel tersebut. Ini bagi warga universitas adalah kritik bagi diri sendiri.
Apakah penelitian itu untuk berkontribusi kepada pengayaan ilmu pengetahuan atau kepada masyarakat? Mungkin yang lebih benar adalah ini: paper yang dipublikasikan tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan poin, untuk naik pangkat.
Jika sebuah daerah atau wilayah sedang mengalami masalah, sedang tidak baik, macet, banjir dan seterusnya, perguruan tinggi sesungguhnya harus turut merasa bertanggung jawab. Perguruan tinggi harus menyampaikan gagasan solusi, baik dipakai atau tidak, kepada publik dan gratis. Itu bisa dilakukan melalui banyak kegiatan, baik tugas kecil mahasiswa, maupun Tugas Akhir, atau Thesis dan Diisertasi. Dengan demikian, publik akan turut menjadi kaya ilmu, bersama-sama.
Tidaklah pantas melanjutkan itikad begini: bayar dulu, baru nanti saya akan mikir dan beri ide.
