Jumat, 13 September 2013

Syukur

Tahun 2011, pertama kali saya berkenalan dengan sistem operasi linux. Saat itu saya merasakan sesuatu yang menantang, menarik, dahsyat, dan sekaligus membuat saya was-was dan tidak nyaman. Saya rasakan bahwa sistem operasi ini berbeda dari windows yang biasa saya gunakan.
Ada rasa yang belum pas. Saya belum merasa nyaman dengan openoffice. Saya berkenalan dengan Latex, dan editor XEmacs kemudian editor2 lain yang lebih ramah. Latex bikin susah.

Meski saya perlahan makin menyadari tingginya muti latex. Namun ini tetap tidak sepadan dengan usaha utk membuatnya dengan cara seperti buat teks html dengan notepad.
Saya berterima kasih kepada Peter Horskorte, yang membantu memperkenalkan linux dan membantu saya menyelesaikan peoblem pada PC saya, dengan mengakses PC dari kantor MplusB di Norderstedt.
Dari Suse 7.0 kemudian ke versi2 yang lebih tinggi. Kemudian saya berkenalan dengan Debian dan.turunannya seperti Knoppix